Sabtu, 06 Oktober 2012

Tips Merawat Luka Khitan/Sunat pada Bayi

Memang tidak umum anak laki-laki Indonesia disunat ketika ia masih bayi. Namun apabila sunat ketika bayi harus dilakukan, bagaimana cara merawat lukanya agar tidak infeksi? Metode sunat yang dipraktikkan sekarang umumnya menggunakan benang modern yang tidak perlu dilepas karena otomatis akan menyatu dengan kulit. Ini memudahkan perawatan luka bekas sunat. Untuk mencegah infeksi dan agar lukanya cepat sembuh, lakukan perawatan berikut: Jaga agar penis dan lukanya tetap kering. Bila bayi Anda pipis, basuh penisnya dengan air hangat, lap dengan kain kering yang bersih, lalu pakaikan popok atau celana dalam yang kering dan bersih. Ganti kain kasa sehari tiga kali: setelah mandi pagi, sore, dan menjelang tidur. Bila kain kasa basah, ganti dengan yang baru. Pakaikan popok/ celana yang longgar, paling tidak selama tiga hari. Selain untuk menghindari terjadinya gesekan dan iritasi, kondisi ini akan memberi kesempatan luka terpapar udara, membantu proses pengeringannya. Perawatan yang cermat akan mempercepat keringnya luka pada penis bayi. Dengan demikian bayi Anda bisa kembali ceria.

0 komentar:

Poskan Komentar